Usulan Pajak Miliarder di California Hadapi Tantangan
Sejumlah pengusaha teknologi, termasuk pendiri Google Sergey Brin, pendiri DoorDash Tony Xu, salah satu pendiri Stripe Patrick Collison, serta sejumlah investor modal ventura, termasuk John Doerr, Michael Moritz, dan Vinod Khosla, ikut menentang pajak tersebut.
Profesor bisnis dan kebijakan publik di Haas School of Business, University of California, Francesco Trebbi, menyoroti pengaruh kekayaan terhadap proses politik.
“Ini membuat Sergey Brin memiliki suara politik yang jauh lebih besar,” kata Trebbi.
“Ini adalah Sergey Brin melawan jutaan warga California. Hal ini membuat orang kehilangan kepercayaan terhadap sistem,” ia menambahkan.
Meski Partai Demokrat California mendukung usulan pajak itu, Gubernur Gavin Newsom menolaknya. Kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Xavier Becerra, bersama mantan anggota Kongres Katie Porter juga menentang kebijakan tersebut.
Newsom menyebut rancangan pajak itu “disusun dengan buruk”. Ia memperingatkan kebijakan tersebut bisa merugikan California apabila para miliarder memindahkan tempat tinggal mereka keluar negara bagian. Menurut para pengusul kebijakan, total kekayaan para miliarder yang menjadi sasaran pajak diperkirakan mencapai US$ 2,3 triliun atau Rp 41.694 triliun.
Sementara, kelompok penentang mendukung dua usulan lain. Salah satunya, pelarangan pajak negara bagian baru atas properti pribadi atau pajak yang berlaku surut. Usulan lainnya meminta auditor negara bagian menilai dampak keuangan suatu kebijakan pajak sebelum pemungutan suara. Jika kedua usulan itu disetujui dengan suara lebih banyak daripada Proposition 40, pajak miliarder dapat digagalkan meskipun memperoleh suara mayoritas.