Selamatkan Rupee, India Naikkan Pajak Impor Emas Jadi 15%


Lonjakan pembelian emas dinilai memperburuk tekanan terhadap neraca perdagangan India yang saat ini juga dibebani kenaikan harga energi global serta gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

India merupakan negara net importir barang dan mencatat defisit perdagangan lebih dari USD 330 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Angka tersebut meningkat dibanding lebih dari USD 280 miliar pada periode sebelumnya.

Data menunjukkan emas dan perak menyumbang hampir 11% total impor India. Sementara minyak mentah dan produk petroleum mencapai sekitar 22%.

Ekonom Asia-Pasifik S&P Global Ratings, Vishrut Rana, mengatakan pengurangan impor emas memang dapat membantu menekan arus keluar transaksi berjalan India.

“Pengeluaran impor emas India memang sangat besar sehingga penurunan impor bisa membantu mengurangi tekanan transaksi berjalan,” kata Rana kepada CNBC.

Namun ia menegaskan biaya energi tetap menjadi faktor utama yang membebani rupee.

“Selama harga energi masih tinggi, tekanan terhadap rupee diperkirakan akan terus berlanjut,” ujarnya.

India mengimpor hampir 85% kebutuhan bahan bakarnya. Sebelum perang pecah di kawasan Timur Tengah, sekitar 50% impor minyak mentah India melewati Selat Hormuz. Selain itu, 60% impor gas alam cair dan hampir seluruh pasokan LPG India juga bergantung pada jalur tersebut.

 



Source link

Related Articles