Suahasil siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun di 2027, Intip yang Terbesar
Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyiapkan fasilitas insentif perpajakan sekitar Rp 632 triliun untuk tahun 2027. Sektor industri manufaktur disebut mendapatkan alokasi insentif terbesar.
Suahasil mengatakan, angka tersebut naik cukup signifikan dibandingkan total fasilitas insentif perpajakan—termasuk pembebasan pajak—yang mencapai Rp 576 triliun pada 2026.
“Berapa total pembebasan pajak yang telah kita lakukan? Saat ini Rp 576 triliun, untuk tahun depan kira-kira Rp 632 triliun,” kata Suahasil dalam Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menekankan bahwa sektor manufaktur menjadi salah satu bidang usaha penerima insentif pajak terbesar hingga saat ini. “Manufaktur paling tinggi. Sebab, di situ ada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan tax holiday, tax allowance, hingga pengurangan pajak,” tuturnya.
Mengacu pada data 2026, belanja perpajakan untuk sektor manufaktur mencapai Rp 137,2 triliun. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian sebesar Rp 60,5 triliun, perdagangan Rp 55,3 triliun, jasa lainnya Rp 53,5 triliun, serta jasa keuangan dan asuransi sekitar Rp 52,1 triliun.
Bendahara Negara ini menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk mendukung pergerakan ekonomi nasional. “Jadi, pajak bukan hanya menarik uang, tetapi juga memberikan insentif kepada perekonomian,” tegasnya.