Vietnam Perketat Aturan Alkohol, Ini Alasannya


“Kami kecewa dengan kenaikan terbaru pada Special Consumption Tax dan sama-sama khawatir terhadap dampak kumulatif dari kenaikan pajak selanjutnya, terutama terkait pungutan kesehatan baru di bawah RUU Pencegahan Penyakit,” kata Tim Wallwork, ketua Asia Pacific International Spirits and Wines Alliance, kepada DW.

“Kami menyerukan pemerintah untuk tidak menumpuk beban pajak tambahan di atas SCT, agar bisnis yang taat, termasuk yang memiliki pabrik lokal dan investasi jangka panjang, memiliki ruang untuk beradaptasi, pulih, dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian yang berjalan,” tambah Wallwork.

Menurut Vietnam Beer Alcohol Beverage Association, penjualan antar tahun turun sebesar 23% pada 2023. Tahun sebelumnya turun sebesar 7%.

Penurunan penjualan itulah salah satu alasan Heineken menutup pabrik operasionalnya di Quang Nam, salah satu dari enam pabriknya di negara itu, pada Juni 2024.

Wallwork mengatakan sekitar 70% konsumsi alkohol di Vietnam tidak tercatat, karena banyak orang masih meminum alkohol tidak berlisensi dan berpotensi mematikan.

Sektor alkohol yang tidak diregulasi di Asia Tenggara pernah menjadi sorotan internasional tahun lalu setelah enam backpacker meninggal dunia usai mengonsumsi minuman alkohol beracundi kawasan wisata Vang Vieng, Laos.

“Kenaikan pajak lebih lanjut berisiko mendorong konsumen beralih ke produk tidak berlisensi dan berpotensi berbahaya, yang melemahkan upaya kesehatan publik dan penegakan hukum,” kata Wallwork.

Meski begitu, pemerintah jelas memutuskan bahwa kesehatan masyarakat lebih penting daripada kesehatan industri alkohol, dan menyadari bahwa penerapan langkah-langkah pencegahan akan lebih murah dalam jangka panjang.

“Banyak produsen alkohol besar di Vietnam telah diprivatisasi, jadi negara tidak lagi mendapatkan keuntungan langsung dari penjualan yang lebih tinggi. Hal itu mempermudah pemerintah untuk segera bertindak tanpa khawatir akan kehilangan pendapatan,” kata Giang dari ISEAS – Yusof Ishak Institute.

Meski penjualan bir menurun, “pajak yang lebih tinggi bisa menutupi kekurangan volume. Jadi, langkah ini tidak selalu merugikan anggaran, tetapi memberikan sinyal politik yang jelas tentang posisi Partai Komunis,” tambahnya.

 



Source link

Related Articles