Deretan Aksi Anggota DPR Mufti Anam: Ngamuk soal Beras hingga Bongkar Wacana Pajak Amplop Kondangan
Saat rapat bareng Menteri Perdagangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog, Rabu (13/3/2024), Mufti juga ngamuk. Penyebabnya adalah dia menemukan banyak kejanggalan di lapangan mengenai persediaan pangan.
Dia menjelaskan, pada Desember 2023, dia dan anggota DPR lainnya mendapat laporan beras langka karena cuaca ekstrem. Untuk membantu masyarakat yang terdampak kelangkaan beras, dia memberikan bantuan sosial dari uang pribadi. Harga beras saat itu masih Rp55.000 per lima kilogram.
Kelangkaan beras justru terjadi menjelang Ramadan 2024. Dia kemudian bertanya kepada RNI soal harga beras. Rupanya, harga beras naik menjadi Rp100.000 per lima kilogram. Padahal, di pasar harganya hanya sekitar Rp70.000.
“Kalau Pak Menteri Perdagangan saja sudah berjibaku, berpeluh keringat menurunkan harga tapi bapak tidak ngasih contoh yang baik, tidak ada gunanya semua ini. Kalau RNI hanya mencari keuntungan, tidak hadir untuk rakyat, buarkan saja RNI pak!” ujar Mufti.
Tak hanya kepada RNI, Mufti juga murka pada Bulog. Dia menyebut, harga gabah masih rendah di petani. Padahal harusnya harga gabah naik saat harga beras melonjak.
“Bapak tadi menyampaikan gabah di petani Rp7.000. Bapak bohong! Bapak tahu yang viral di medsos. Rakyat kita menjerit. Mereka bilang harga beras mahal, di toko-toko, di pasar-pasar, tapi gabah mereka dibeli paling mahal Rp5.000. Apa gunanya bulog pak!” kata Mufti.