Pasukan Warna-Warni Jakarta dan Peran Pajak Daerah di Baliknya
Liputan6.com, Jakarta – Di tengah dinamika dan kepadatan aktivitas Ibu Kota, terdapat sosok-sosok yang setiap hari bekerja tanpa banyak sorotan, namun kehadirannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Mereka dikenal sebagai pasukan warna-warni yang merupakan garda terdepan pelayanan kota yang menjaga Jakarta tetap bersih, tertata, dan nyaman.
Dengan seragam berwarna khas, pasukan ini mudah dikenali di berbagai sudut kota. Mulai dari jalan protokol hingga pemukiman warga, mereka menjalankan tugasnya demi memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Pasukan Oranye, misalnya, bertanggung jawab dalam pemeliharaan sarana dan prasarana umum, termasuk membersihkan sampah dan menyapu jalan. Peran mereka menjadi fondasi utama dalam menjaga kebersihan kota dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.
Sementara itu, Pasukan Biru berperan sebagai pengendali tata air. Mereka merawat saluran air, memperbaiki drainase, serta membersihkan saluran dari tumpukan sampah. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi genangan dan banjir, khususnya saat musim hujan.
Di sektor infrastruktur jalan, Pasukan Kuning bertugas memperbaiki jalan rusak atau berlubang, memperbaiki trotoar, serta melakukan pemeliharaan fasilitas pendukung mobilitas warga. Keberadaan mereka mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Adapun Pasukan Hijau bertanggung jawab atas pengelolaan ruang terbuka hijau di Jakarta. Mereka merawat taman kota, memangkas dan menata pepohonan, hingga menjaga area pemakaman umum. Ruang terbuka hijau yang terawat menjadi ruang publik yang penting bagi masyarakat untuk beraktivitas, berinteraksi, dan beristirahat dari padatnya rutinitas perkotaan.