Awas, Marak Penipuan Catut Nama Direktorat Jenderal Pajak


Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan DJP. Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya laporan penipuan yang menyasar wajib pajak melalui pesan singkat hingga sambungan telepon.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Inge Diana Rismawanti, mengatakan penipu biasanya memanfaatkan isu-isu perpajakan yang sedang ramai untuk mengelabui masyarakat. Beberapa di antaranya terkait pemadanan NIK dan NPWP, implementasi aplikasi Coretax DJP, hingga alasan mutasi atau promosi pegawai DJP.

“DJP mengingatkan kembali masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Pejabat atau Pegawai DJP,” ujar Inge dalam pengumuman resmi DJP, dikutip Minggu (15/2/2026).

Inge menjelaskan, modus penipuan yang sering digunakan antara lain menghubungi masyarakat melalui WhatsApp untuk mengunduh file berformat .apk, mengirim tautan palsu aplikasi M-Pajak, hingga meminta pelunasan tagihan pajak atau pembayaran meterai elektronik melalui link tertentu. Bahkan, ada pula penipu yang mengaku sebagai pejabat DJP dan meminta korban mentransfer sejumlah uang.

Untuk menghindari kerugian, DJP meminta masyarakat tidak langsung percaya apabila menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan DJP. 

 



Source link

Related Articles